Ket foto : Nampak Bupati usai menerima bibit kopi
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan kopi arabika. Sebanyak 300.000 bibit Kopi Arabika varietas Gayo 3 kini dipersiapkan untuk didistribusikan kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya menjadikan TTS sebagai salah satu sentra kopi di Nusa Tenggara Timur.
Program tersebut mendapat perhatian langsung dari Kementerian Pertanian RI melalui kunjungan kerja Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., yang meninjau Pusat Pembenihan Kopi di Kecamatan Amanuban Barat, Rabu (8/7/2026).
Kedatangan rombongan disambut Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten TTS, Jacob Benu.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur meninjau secara langsung perkembangan pembibitan kopi Arabika Gayo 3. Bibit-bibit yang telah tumbuh itu nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani, dengan wilayah Mollo menjadi salah satu fokus utama pengembangan karena dinilai memiliki kondisi yang sesuai untuk budidaya kopi arabika.
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, mengatakan pengembangan bibit kopi merupakan bagian dari strategi hilirisasi perkebunan yang tengah didorong pemerintah.
“Ini merupakan bagian dari hilirisasi perkebunan. Sekarang kita membagikan banyak bahan tanam. Ketika nanti tanaman ini berkembang, kita harapkan kawasan yang ditanami menjadi sentra produksi yang berkelanjutan sehingga mampu menarik investor,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan proses menyiapkan sektor hulu agar pada saat produksi meningkat, industri pengolahan di sektor hilir dapat berkembang dan menarik investasi.
Ia menilai TTS memiliki potensi besar karena didukung sumber daya lahan yang memadai serta rencana pembangunan pelabuhan yang nantinya dapat menjadi pintu distribusi hasil perkebunan.
“Kalau hulunya sudah siap, hilirnya akan mengikuti. Dengan adanya industri pengolahan, nilai tambah komoditas meningkat dan lapangan kerja bagi masyarakat juga akan terbuka lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan kepada daerahnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten TTS mengusulkan pengembangan komoditas perkebunan berupa kopi seluas 300 hektare, kelapa 500 hektare, dan jambu mete 1.000 hektare.
Sedangkan usulan tahun 2027 meliputi pengembangan kopi seluas 1.000 hektare, kelapa 2.500 hektare, jambu mete 1.000 hektare, serta kakao 250 hektare.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada Kabupaten TTS. Bantuan ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok tani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Dari pantauan di lokasi pembibitan, ribuan bibit kopi Arabika Gayo 3 telah tumbuh dengan baik dan sebagian sudah dipindahkan ke dalam polybag agar lebih mudah saat proses distribusi dan penanaman di lahan petani.
Selain mengunjungi pusat pembibitan di Kecamatan Amanuban Barat, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Ditjen Perkebunan juga meninjau lokasi pembibitan kopi di Boentuka dan Oenali guna memastikan kesiapan program pengembangan kopi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.(Sys/ST).















