Ket foto : Ilustrasi
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Sejumlah kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengeluhkan dugaan adanya oknum yang mendatangi sekolah-sekolah penerima dana revitalisasi dari pemerintah pusat dan meminta fee sebesar 10 persen dari anggaran yang diterima sekolah.
Oknum tersebut disebut berinisial YM. Berdasarkan pengakuan salah seorang kepala sekolah kepada media ini, YM disebut mendatangi sejumlah sekolah dan mengaku sebagai pihak yang memperjuangkan sehingga sekolah-sekolah tersebut mendapatkan dana revitalisasi.
Atas alasan tersebut, YM diduga meminta pihak sekolah memberikan 10 persen dari dana revitalisasi yang diterima.
“Dia minta 10 persen karena dia yang perjuangkan dana revitalisasi, padahal saya tidak pernah kenal dia,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut kepala sekolah tersebut, dirinya tidak pernah meminta bantuan maupun mengenal YM dalam proses pengusulan dana revitalisasi sekolah. Ia mengaku baru mengetahui adanya permintaan tersebut setelah YM menghubunginya melalui WhatsApp.
Karena komunikasi melalui WhatsApp terus dilakukan, kepala sekolah tersebut kemudian meminta YM datang langsung ke sekolah untuk menjelaskan maksud dan dasar permintaan tersebut.
“Saya tidak kenal dia. Dia bahkan ikut saya sampai Jakarta. Tiap kali mereka WhatsApp, saya simpan,” katanya kepada media ini, Sabtu (16/9/2026).
Ia mengaku menyimpan sejumlah percakapan melalui WhatsApp sebagai dokumentasi. Bahkan, tangkapan layar percakapan tersebut telah dibagikan kepada sejumlah kepala sekolah dalam grup komunikasi agar para kepala sekolah mengetahui persoalan tersebut.
“Saya sudah screenshot chat-nya dan sebarkan ke grup sekolah supaya mereka tahu. Saya juga sudah koordinasi dengan camat dan Bhabinkamtibmas setempat,” ujarnya.
Menurutnya, dirinya sengaja meminta YM datang langsung ke sekolah agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka dan tidak hanya disampaikan melalui komunikasi pribadi.
“Saya minta mereka datang langsung ke sekolah. Jangan hanya lewat WhatsApp,” tegasnya.
Ia juga menyebut dugaan permintaan fee tersebut tidak hanya dialaminya sendiri. Berdasarkan pengakuannya, terdapat sejumlah sekolah lain yang diduga mengalami hal serupa.
“Ternyata banyak sekolah yang jadi korban. Dia kira saya ini tidak paham sehingga ikut maunya dia. Makanya saya minta dia datang ke sekolah,” katanya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas keterangan dari pihak kepala sekolah yang bersangkutan. Media ini belum memperoleh keterangan dari kepala sekolah lain yang disebut mengalami hal serupa maupun pihak terkait lainnya.
Sementara itu, YM saat dikonfirmasi via WhatsApp,Rabu 23/9/2026 mengatakan tidak tau dan tidak urus sekolah.(Sys)

















