Example 728x250
BeritaPendidikan

Dana Revitalisasi Rp726 Juta, Kadis P dan K TTS Ingatkan SD GMIT Oebaki Jaga Kualitas

11
×

Dana Revitalisasi Rp726 Juta, Kadis P dan K TTS Ingatkan SD GMIT Oebaki Jaga Kualitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS Apris Manafe saat peletakan batu pertama pembangunan SD GMIT Oebaki 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apris Manafe, SE., M.Si., mengingatkan pihak SD GMIT Oebaki agar memanfaatkan dana program revitalisasi sekolah tahun 2026 sebesar Rp726.812.000 secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kualitas dan estetika bangunan.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Apris Manafe saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sekolah di SD GMIT Oebaki, Kabupaten TTS. Ia didampingi Kepala Bidang SD, Melianus Naitboho, SH., serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui program revitalisasi tersebut, SD GMIT Oebaki akan membangun dua ruang belajar, satu ruang administrasi, dan fasilitas toilet dengan total anggaran sebesar Rp726 juta.

Dalam sambutannya, Apris mengatakan bantuan revitalisasi merupakan kesempatan yang patut disyukuri, mengingat masih banyak sekolah yang menunggu untuk mendapatkan program serupa.

Karena itu, ia meminta pihak sekolah memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

“Banyak sekolah yang masih menunggu untuk mendapatkan program revitalisasi. Karena itu, kalau sudah memperoleh bantuan, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Apris juga menyinggung adanya informasi mengenai pro-kontra di lingkungan SD GMIT Oebaki menjelang dimulainya pembangunan.

Ia meminta kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Apris menegaskan bahwa setiap pihak yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk panitia yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.

“Kalau jadi masalah, yang dipanggil oleh penegak hukum adalah kepala sekolah. Kepala sekolah membentuk panitia, artinya yang mengangkat panitia adalah kepala sekolah selaku penanggung jawab,” tegasnya.

Ia berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.

Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki semangat yang sama untuk memajukan SD GMIT Oebaki. Perbedaan pendapat seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan kepentingan sekolah dan peserta didik.

“Saya harap semua tahu peran masing-masing. Kalau ada hal yang tidak pas, harus dikomunikasikan dengan baik. Semua harus punya semangat untuk membuat Oebaki menjadi lebih baik,” katanya.

Selain menekankan kualitas pekerjaan, Kadis P dan K TTS itu juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai ketentuan.

Ia meminta pembayaran dalam pelaksanaan pembangunan disesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan. Bendahara juga diminta selalu berkonsultasi dengan kepala sekolah selaku penanggung jawab kegiatan.

Menurut Apris, pengawasan terhadap kualitas bangunan dan ketepatan penggunaan anggaran menjadi bagian penting agar hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan.

Ia pun mengajak seluruh pihak meninggalkan ego masing-masing dan mengutamakan kekompakan demi menyukseskan program revitalisasi tersebut.

“Kami berharap semua meninggalkan ego dan bersama-sama membangun Oebaki menjadi lebih baik. Mari jaga kekompakan agar pembangunan selesai tepat waktu,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SD GMIT Oebaki, Yuliana Benu, mengakui adanya persoalan ketika pihak sekolah hendak memulai pembangunan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan tetap berjalan sesuai petunjuk teknis program revitalisasi.

Yuliana menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan adanya sejumlah orang yang meminta dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ingin ikut terlibat dalam proses belanja material pembangunan.

Menurut penjelasannya, setelah permintaan tersebut tidak dipenuhi, sejumlah orang itu tidak menghadiri kegiatan peletakan batu pertama.

Yuliana menegaskan bahwa dirinya sebagai kepala sekolah sekaligus penanggung jawab kegiatan akan tetap melaksanakan pembangunan karena anggaran yang digunakan merupakan uang negara.

Ia juga menyatakan akan mengganti pihak yang tidak bersedia terlibat dalam pelaksanaan tugas apabila diperlukan.

“Ini uang negara, sehingga saya sebagai penanggung jawab akan terus berjalan dengan pembangunan gedung sekolah,” tegasnya.

Pembangunan fasilitas pendidikan di SD GMIT Oebaki diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas, serta diselesaikan tepat waktu.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600