Example 728x250
OLAHRAGA

BMMC II 2026 Siap Mengguncang, TTS Bidik Sukses Olahraga hingga Ekonomi Rakyat

15
×

BMMC II 2026 Siap Mengguncang, TTS Bidik Sukses Olahraga hingga Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Bupati TTS Eduard Markus Lioe bersama jajaran PBVSI usai rapat koordinasi persiapan BMMC II 2026 yang berlangsung di GOR Nekmese, Soe, Jumat (6/11/2026).

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bersiap menjadi pusat perhatian pencinta bola voli di NTT. Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) II 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 23 November 2026 di GOR Nekmese, Soe.

Example 300x600

Tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, turnamen bola voli tingkat provinsi ini juga ditargetkan menjadi momentum menggerakkan ekonomi rakyat, mempromosikan budaya lokal, memperkenalkan potensi pariwisata, sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat NTT.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan penyelenggaraan BMMC II 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan BMMC II 2026 yang berlangsung di GOR Nekmese, Soe, Jumat (6/11/2026).

Rapat tersebut dihadiri Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Wakil Ketua DPRD TTS Yoksan Benu, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Rondo, Ketua PBVSI TTS Roy Babys, Wakil Ketua Umum Panitia BMMC 2026 Ivan Rondo, serta unsur Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI TTS dan jajaran panitia penyelenggara.

Bupati TTS yang akrab disapa Buce Liu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja mempersiapkan pelaksanaan turnamen tersebut.

Menurutnya, kampanye dan publikasi melalui media massa maupun media sosial mulai membangun antusiasme masyarakat, baik di TTS maupun kabupaten lain di NTT.

Tingginya perhatian masyarakat tersebut harus dijawab dengan kesiapan nyata, terutama menyangkut fasilitas pertandingan, sarana pendukung, pelayanan tamu dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, Pemkab TTS akan mengoordinasikan perbaikan fasilitas serta berbagai kebutuhan pendukung di GOR Nekmese agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan baik.

Dukungan juga akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif serta kelompok seni dan budaya.

Pemerintah daerah bahkan berencana mengajak paguyuban masyarakat NTT lintas etnis untuk terlibat dalam penyambutan kontingen dan berbagai agenda pendukung lainnya.

Koordinasi dengan Forkopimda, termasuk kepolisian, juga menjadi perhatian untuk memastikan keamanan, ketertiban dan kenyamanan seluruh peserta maupun penonton.

Pesan yang ingin dibangun adalah TTS tidak hanya siap menggelar pertandingan, tetapi juga menunjukkan keramahan sebagai tuan rumah.

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab TTS yang bersedia menjadi tuan rumah sekaligus memberikan dukungan kebijakan dan penganggaran bagi penyelenggaraan BMMC II 2026.

Menurut Winston, penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala provinsi membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun, investasi tersebut harus mampu memberikan manfaat kepada atlet, masyarakat, pelaku usaha dan daerah penyelenggara.

PBVSI NTT juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan BMMC sebelumnya, termasuk menyangkut penghargaan bagi para juara.

Salah satu target yang sedang diupayakan adalah peningkatan bonus juara sekitar 50–70 persen dibandingkan edisi sebelumnya.

Kendati demikian, besaran akhir masih bergantung pada kemampuan pembiayaan dan keputusan penyelenggara.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, PBVSI NTT bersama panitia sedang mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi, sponsor, donatur serta penerimaan tiket penonton.

Winston menjelaskan, kepanitiaan BMMC II 2026 dibangun melalui kerja sama terintegrasi antara Pengprov PBVSI NTT dan Pengkab PBVSI TTS, dengan dukungan lintas OPD dan relawan.

Ia menegaskan bahwa BMMC II 2026 bukan hanya kompetisi bola voli, melainkan sebuah perhelatan yang membawa identitas dan potensi daerah.

“Satu Persaudaraan, Satu Arena, Satu NTT, Ragam Cerita, menjadi semangat utama yang diusung dalam penyelenggaraan BMMC kali ini,” ungkapnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan BMMC II 2026 juga disampaikan Wakil Ketua DPRD TTS, Yoksan Benu.

Ia menyatakan dukungan legislatif terhadap kegiatan tersebut dan berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, pelaku UMKM dan generasi muda harus mendapatkan ruang nyata untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Yoksan juga mendorong masyarakat membangun budaya baru dalam mendukung penyelenggaraan olahraga modern, termasuk menaati ketentuan resmi mengenai parkir dan tiket masuk pertandingan.

Ia menegaskan, kontribusi masyarakat melalui mekanisme tiket dan parkir yang sah merupakan bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan olahraga.

Potensi penerimaan daerah juga perlu diperhatikan melalui pengelolaan yang transparan dan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, BMMC diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PBVSI TTS, Roy Babys, memastikan pihaknya sedang mempersiapkan kekuatan atlet daerah untuk menghadapi BMMC II 2026.

TTS menyiapkan empat tim putra dan tiga tim putri untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Persiapan ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kualitas bola voli di Kabupaten TTS.

Namun, Roy mengingatkan bahwa ambisi meraih kemenangan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai tuan rumah.

Ia mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada tim TTS tanpa mengurangi penghormatan terhadap seluruh kontingen dari kabupaten lain.

“Sportivitas, ketertiban, dan sikap menghargai sesama peserta harus menjadi bagian dari wajah TTS selama turnamen berlangsung,” ungkapnya.

Roy juga menilai penyelenggaraan BMMC menjadi kesempatan penting bagi TTS untuk membangun pengalaman dan kapasitas sebagai daerah yang memiliki aspirasi menjadi tuan rumah cabang olahraga bola voli indoor dan sepak bola putra pada PON NTT–NTB 2028.

Hal menarik lainnya, Wakil Ketua Umum Panitia BMMC 2026, Ivan Rondo, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kali ini akan dikemas dengan konsep sportainment, yakni perpaduan olahraga, hiburan, seni dan kreativitas generasi muda.

Konsep tersebut direncanakan hadir dalam acara pembukaan, penutupan serta sejumlah jeda pertandingan melalui penampilan musik, seni dan kreativitas anak muda NTT, khususnya TTS.

Tidak hanya itu, panitia juga ingin menjadikan BMMC sebagai panggung promosi budaya Atoni Pah Meto, pariwisata, kuliner dan produk unggulan masyarakat TTS.

Sejumlah kuliner khas seperti jagung bose, katemak dan sambal lu’at direncanakan menjadi bagian dari pengalaman yang diperkenalkan kepada para atlet, ofisial dan pengunjung dari luar daerah.

Dengan konsep tersebut, para peserta tidak hanya datang untuk bertanding dan mengejar gelar juara, tetapi juga diharapkan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya Bumi Atoni Pah Meto.

Panitia juga akan membuka ruang keterlibatan generasi muda sebagai relawan untuk membantu pelaksanaan kegiatan sekaligus mendapatkan pengalaman mengelola kejuaraan olahraga berskala provinsi.

Ivan mengajak seluruh pencinta bola voli di NTT mengikuti perkembangan informasi resmi BMMC II 2026 melalui kanal media sosial PBVSI NTT.

Penyelenggaraan BMMC II 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten TTS untuk membuktikan kapasitasnya dalam menggelar kegiatan olahraga berskala provinsi.

Dukungan pemerintah daerah, DPRD, PBVSI, KONI, pelaku UMKM, komunitas budaya dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menyukseskan perhelatan tersebut.

Lebih jauh, pengalaman penyelenggaraan BMMC diharapkan menjadi modal bagi TTS dalam memperjuangkan aspirasi sebagai tuan rumah cabang olahraga bola voli indoor dan sepak bola putra pada PON NTT–NTB 2028.

Kini, tantangannya bukan hanya memastikan pertandingan berjalan sukses, tetapi juga membuktikan bahwa kehadiran turnamen besar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

BMMC II 2026 diharapkan menjadi panggung prestasi atlet, penggerak ekonomi rakyat, promosi budaya dan bukti kesiapan TTS menjadi tuan rumah yang profesional.

Dengan demikian, kemeriahan BMMC tidak hanya terasa di dalam GOR Nekmese, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten TTS.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600