Example 728x250
OLAHRAGA

Lukas Banu Cup IV Resmi Dibuka, 44 Tim Perebutkan Hadiah Rp54,6 Juta

347
×

Lukas Banu Cup IV Resmi Dibuka, 44 Tim Perebutkan Hadiah Rp54,6 Juta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Ketua PBVSI Kabupaten TTS, Roy Babys usai membuka turnamen Lukas Banu Cup IV 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Turnamen Bola Voli Lukas Banu Cup IV resmi dibuka oleh Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Roy Babys, Rabu (19/8/2026).

Example 300x600

Pembukaan turnamen yang berlangsung di Lapangan Bola Voli SMA Negeri Toineke, Kecamatan Kualin, tersebut dihadiri Pdt. Marthen Anone, S.Th. dari Yayasan Lukas Banu, Camat Kualin Welhelmus Nabunome, Kapolsek Diknas Melvi Aoliso, serta sejumlah undangan lainnya.

Turnamen tahunan ini diikuti sebanyak 44 tim pelajar, terdiri dari 32 tim putra dan 12 tim putri yang berasal dari SMA/SMK se-Kabupaten TTS.

Lukas Banu Cup IV berlangsung pada 19–28 Agustus 2026. Turnamen ini disponsori oleh Pengacara Kontrak DR Lukas Banu, SH, MH, dan menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat sekaligus menjaring atlet-atlet muda potensial.

Selain mengejar prestasi, turnamen ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan olahraga bola voli di Kabupaten TTS.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp54,6 juta, ditambah piala bergilir, piala tetap, dan piagam penghargaan.

Untuk kategori putra, juara pertama mendapatkan Rp8 juta, juara kedua Rp7 juta, juara ketiga Rp6 juta, dan juara keempat Rp5 juta.

Jumlah hadiah yang sama juga diberikan untuk kategori putri, yakni juara pertama Rp8 juta, juara kedua Rp7 juta, juara ketiga Rp6 juta, dan juara keempat Rp5 juta.

Selain hadiah bagi tim, pemain terbaik dari masing-masing kategori putra dan putri juga akan mendapatkan hadiah berupa sepeda gunung.

Sementara itu, masing-masing sekolah peserta mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp250 ribu.

Kepala SMA Negeri Toineke, Jabes E. Nabuasa, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut murni merupakan bagian dari pembinaan atlet muda.

“Kegiatan ini murni pembinaan atlet. Kami bahagia dan bangga karena selama ini kami tidak pernah melihat langsung sponsor, yaitu DR Lukas Banu, tetapi bisa diberikan dana begitu besar untuk kegiatan ini,” katanya.

Ia berharap seluruh tim peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Kami harap semua tim menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Marthen Anone, S.Th. dari Yayasan Lukas Banu menyampaikan terima kasih kepada PBVSI Kabupaten TTS yang telah membuka ruang bagi Yayasan Lukas Banu untuk kembali menggelar Turnamen Lukas Banu Cup.

Ia berharap penyelenggaraan turnamen tersebut dapat terus berlanjut dan semakin berkembang.

“Untuk turnamen berikutnya, hadiah akan kita tambah,” ujarnya.

Kepada para atlet, Pdt. Marthen berpesan agar mereka memegang prinsip 3B, yakni berdoa, belajar, dan berlatih.

“Berdoa, harus libatkan Tuhan dalam segala hal. Belajar dan berlatih,” pesannya.

Ketua PBVSI Kabupaten TTS, Roy Babys, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi turnamen mengatakan, Lukas Banu Cup telah konsisten digelar selama empat tahun.

Menurutnya, bola voli bagi masyarakat TTS bukan sekadar hobi maupun olahraga untuk mengejar prestasi, tetapi telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Bola voli bukan hanya sekadar hobi atau prestasi, tetapi voli itu darah yang mengalir dalam diri orang TTS,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai prestasi yang telah ditorehkan atlet-atlet TTS membuat daerah tersebut dikenal dengan julukan Raja Voli.

Karena itu, PBVSI TTS memiliki tugas untuk terus mewadahi dan mencari bibit-bibit atlet potensial dari setiap sekolah.

Roy juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga sportivitas dan keamanan selama turnamen berlangsung.

Lebih jauh, ia memberikan motivasi kepada para atlet untuk berani memiliki mimpi besar. Menurutnya, atlet berprestasi memiliki peluang untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan di Universitas Udayana Bali, khususnya pada Fakultas Hukum dan Keperawatan.

“Adik-adik harus bermimpi besar. Voli hanya wadah, tetapi melalui voli bisa meraih mimpi yang besar,” pungkasnya.

Turnamen Lukas Banu Cup IV diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi atlet bola voli TTS yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600