Ket foto : Bupati TTS Eduard Markus Lioe, dan Wakil Bupati, Jhony Army Konay
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM |SOE – Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe bersama Wakil Bupati Jhony Army Konay dan keluarga menyampaikan ucapan selamat memperingati Jumat Agung kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dalam pesan peringatan hari suci tersebut, Bupati Eduard mengajak umat Kristiani untuk merenungkan makna mendalam dari pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk kasih yang besar bagi umat manusia.
Ia juga mengutip firman Tuhan dari Kitab Kitab Yesaya 53:5 yang berbunyi, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Menurut Bupati Eduard, peristiwa penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus merupakan pengingat bagi umat manusia untuk selalu menanamkan nilai kasih, pengampunan, serta kesediaan berkorban bagi sesama.
“Perjuangan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib menjadi teladan bagi kita semua untuk memiliki hati yang penuh belas kasih, saling memaafkan, dan bekerja sama demi kesejahteraan bersama,” ujarnya, Jumat 3/4/2026.
Bupati Eduard berharap makna spiritual dari peringatan Jumat Agung dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk semakin mempererat tali persaudaraan, menghargai perbedaan keyakinan, serta bersama-sama membangun daerah yang lebih baik.
Ia menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama yang selama ini terjaga di Kabupaten Timor Tengah Selatan harus terus dipelihara sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
“Semoga makna Jumat Agung memperkuat persatuan di tengah keberagaman kita, serta membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat TTS,” tambahnya.
Bupati Eduard juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Jumat Agung sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, dengan menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan, masyarakat Timor Tengah Selatan akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan kemajuan yang nyata bagi daerah.(Sys).

















