Ket foto : Gresyani Tenistuan
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Kisah pilu datang dari seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Gresyani Imelda Tenistuan, siswi SMA Kristen 1 Soe, menyampaikan keluhannya secara terbuka kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS setelah dirinya diduga dikeluarkan dari proses seleksi Paskibraka tingkat kabupaten tanpa penjelasan yang jelas.
Dalam surat tertanggal 6 April 2026, Gresyani menceritakan perjuangannya mengikuti seleksi Paskibraka. Ia mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari dengan latihan intensif di sekolah selama berbulan-bulan. Semangatnya untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten TTS 2026 menjadi motivasi utama di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
“Saya memang bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya. Saya hanya anak dari seorang ibu rumah tangga biasa, tapi saya punya semangat untuk ikut seleksi paskib,” tulisnya.
Gresyani menyebut dirinya telah melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga tahap lanjutan, dengan hasil yang selalu dinyatakan lolos. Hal tersebut membuatnya semakin yakin bahwa dirinya berpeluang besar menjadi anggota Paskibraka tahun ini.
Namun, harapan itu pupus secara tiba-tiba. Ia mengaku diminta bertemu dengan Kepala Badan (Kaban), lalu diarahkan untuk pulang tanpa penjelasan yang jelas terkait alasan dirinya tidak lagi dilanjutkan dalam proses seleksi.
“Semua harapan itu seketika hilang. Saya diminta pulang tanpa sebab dan akibat,” ungkapnya dalam surat tersebut.
Kejadian itu berdampak besar secara emosional bagi Gresyani. Ia mengaku kehilangan rasa percaya diri, kecewa, hingga menangis berhari-hari. Bersama ibunya, ia bahkan mendatangi DPRD TTS untuk mencari kejelasan, namun hingga kini belum mendapatkan solusi yang memuaskan.
Dalam suratnya, Gresyani tidak hanya menyampaikan kekecewaan pribadi, tetapi juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang pada peserta lain di masa mendatang.
“Jika saya tidak berhak, biarkan ini menjadi pelajaran bagi saya. Tapi kiranya kejadian ini cukup terjadi kepada saya dan jangan terjadi lagi kepada yang lain,” tulisnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk Badan Kesbangpol TTS maupun panitia seleksi Paskibraka, terkait dugaan ketidakjelasan proses seleksi yang dialami oleh Gresyani.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi Paskibraka di Kabupaten TTS.

















