Ket foto : Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Iwan Fals
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM |KUPANG – Lantunan lagu yang menggema di Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu malam (7/6/2026) bukan sekadar hiburan. Di balik kebersamaan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan penyanyi legendaris Iwan Fals, terselip pesan tentang harapan bagi generasi muda dan masa depan Bumi Flobamorata.
Pertemuan yang dihadiri Gubernur Emanuel bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT itu berlangsung usai Iwan Fals tampil dalam Hardrock D’Legend Concert di Stadion Oepoi Kupang.
Berbeda dari jamuan resmi pada umumnya, malam itu berlangsung sederhana tanpa seremoni yang berlebihan. Suasana hangat tercipta melalui dialog santai yang membahas pelayanan kepada masyarakat, pembangunan daerah, hingga pentingnya membangun sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
Momen yang paling membekas terjadi ketika Gubernur Emanuel dan Iwan Fals bersama-sama menyanyikan lagu untuk mengenang almarhum Franky Sahilatua. Lantunan lagu tersebut menghadirkan nuansa penuh keakraban sekaligus menjadi simbol bahwa musik mampu menyatukan berbagai kalangan dan menyampaikan pesan kemanusiaan yang melampaui sekat perbedaan.
Gubernur Emanuel mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan membangun jalan, jembatan, atau infrastruktur lainnya, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter, empati, dan harapan masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
“Anak-anak muda NTT yang memiliki talenta di bidang musik, seni, dan kreativitas harus diberikan ruang untuk berkembang. Mereka adalah aset daerah yang harus didukung agar mampu berkontribusi bagi kemajuan NTT,” ujarnya.
Dalam perbincangan tersebut, Iwan Fals juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pesan itu dinilai sejalan dengan semangat membangun pemerintahan yang dekat dengan rakyat dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu bertema sosial itu juga mengaku terkesan dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Bagi Gubernur Emanuel, NTT bukan sekadar tujuan wisata, melainkan rumah yang menyimpan cerita, semangat, dan harapan besar untuk terus bertumbuh melalui kolaborasi semua pihak.
Ia berharap pertemuan yang diwarnai alunan lagu dan dialog hangat tersebut menjadi awal lahirnya kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pengembangan seni, budaya, dan kreativitas generasi muda di Nusa Tenggara Timur.
“Musik mampu menyatukan hati dan membangun harapan. Semoga dari kebersamaan ini lahir kolaborasi-kolaborasi besar yang membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda NTT untuk berkarya dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” harap Gubernur Emanuel.
Pertemuan sederhana itu menjadi bukti bahwa sebuah lagu tidak hanya dapat menghibur, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan optimisme bagi masa depan generasi muda Nusa Tenggara Timur.(Sys)









