Example 728x250
PARIWISATASENI

Festival Florata Ajang Promosi Budaya Flores dan Lembata

47
×

Festival Florata Ajang Promosi Budaya Flores dan Lembata

Share this article
Example 468x60
\"\"

LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tahun ini dipercayakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah penyelenggara Festival Seni dan Budaya se-daratan Flores dan Lembata (Florata). Festival yang berlangsung selama empat hari itu digelar di Lapangan Kampung Ujung Labuan Bajo, Selasa (30/7/2019) malam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Augustinus  Rinus mengatakan, salah satu tujuan penyelenggaraan Festival Florata tahun ini di Labuan Bajo yakni, mendukung pencapaian pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Example 300x600

“Maka, diperlukan upaya untuk melakukan  promosi pariwisata  baik secara  Lokal, Regional, Nasional maupun Internasional,” sambungnya.

Festival Florata merupakan ajang promosi seni dan budaya NTT, khususnya wilayah Flores dan Lembata. Festival Florata akan dilaksanakan secara bergilir di kabupaten/ kota di NTT.  

“Kegiatan ini diselenggarakan sekali dalam setiap tahun secara bergilir di setiap kabupaten dan ditentukan  melalui Rapat Koordinasi Kepala Dinas yang membidangi  Kebudayaan dan Pariwisata  dari masing-masing kabupaten yang tergabung dalam Rayon III,” beber Kadis Agustinus.

Enam Kabupaten turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diantaranya Lembata, Flores Timur, Sikka, Negekeo, Manggarai dan Manggarai Barat.

Rangkaian acara dalam festival ini seperti pawai budaya se daratan Flores, FGD dengan tema Peran Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam Memuliakan Warisan Alam Dunia dan Cagar Biosfer di Kawasan Taman Nasional Komodo, Malam Festival Seni Budaya se Daratan Flores-Lembata. Setiap pagi di lokasi pergelaran yang berada  di Lapangan Bola Kaki Kampung Ujung di selenggarakan atraksi Tarian Caci oleh sanggar-sanggar seni.

Event ini juga dimeriahkan oleh sanggar-sanggar tari dari sekolah, mulai tingkat SD, SMP,SMA/SMK yang ada di Labuhan Bajo,  turut dimeriahkan Komunitas Musik Labuhan Bajo.

Tim pengamat yang dihadirkan Pemprov NTT dalam Festival ini yakni, Dr. Rm Ino Sutan Pr, Jefrin Haryanto, S.Sn, S.Psi, M. Psi dan Mohadi, S. Sn. Dikatakan kedua pengamat ini, setiap kabupaten yang menampilkan karya seni pertunjukan sangat luar biasa mempertontonkan kekayaan keragaman seni budaya mereka. Menurut mereka, sebuah potensi yang layak dilestarikan dan dikembangkan, hanya saja jika seni tradisi diangkat sebagai sebuah seni pertunjukan, perlu mendapat sentuhan-sentuhan estetik sesuai dengan tuntutan bentuk karya dalam tontonan,  baik itu sisi koreografi, iringan musik, rias busana dan ekspresi. 

Selain itu, pembinaan kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkesinambungan  agar seni tradisi ini tidak akan punah, dan kekayaan ini akan menjadi pendukung sektor pariwisata budaya, sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas SDM bidang kebudayaan semakin hari semakin meningkat. *(Tim/Mohadi).

Example 300250
Example 120x600