Example 728x250
Berita

Oknum ASN Inspektorat TTS Diduga Terima Rp16,8 Juta Dana BUMDes Taebone, 125 Ayam Petelur Belum Direalisasikan

63
×

Oknum ASN Inspektorat TTS Diduga Terima Rp16,8 Juta Dana BUMDes Taebone, 125 Ayam Petelur Belum Direalisasikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Ilustrasi 

Laporan Reporter SUARATTS.COM, TIM

SUARATTS.COM | SOE – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi sorotan setelah diduga menerima dana sebesar Rp16.875.000 dari BUMDes Taebone, Kecamatan Fatukopa, untuk pengadaan 125 ekor ayam petelur. Namun, hingga pertengahan Juli 2026, pengadaan tersebut belum juga terealisasi.

Example 300x600

Dana yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 itu diserahkan oleh BUMDes Taebone pada 15 Februari 2026 sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan ayam petelur.

Direktur BUMDes Taebone, Orias Soinbala, mengatakan pembayaran dilakukan setelah adanya kesepakatan bahwa ayam akan dikirim paling lambat dua minggu setelah dana diterima oleh pihak ketiga. Namun, hingga kini ayam yang dijanjikan belum juga tiba di Desa Taebone.

“Awalnya disepakati dua minggu setelah uang diserahkan ayam sudah diantar ke desa. Tetapi sampai sekarang ayam belum juga ada,” kata Orias kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Orias, pihaknya telah beberapa kali meminta penyelesaian kepada pihak ketiga.

Bahkan, BUMDes bersama Pemerintah Kecamatan Fatukopa dan pendamping desa telah memfasilitasi pertemuan yang menghasilkan surat pernyataan agar pihak ketiga segera merealisasikan pengadaan ayam atau mengembalikan dana yang telah diterima.

Ia menjelaskan, sebelumnya juga telah dibuat kesepakatan bahwa pada 13 Juli 2026 ayam harus sudah diserahkan atau dana dikembalikan. Namun, kesepakatan tersebut kembali tidak dipenuhi.

“Tanggal 7 kemarin kami sepakat bahwa tanggal 13 Juli ayam sudah ada atau uang dikembalikan. Tetapi sampai sekarang tidak dijalankan,” ujarnya.

Orias mengungkapkan, pihak ketiga yang menerima dana tersebut adalah Yeni Ga, seorang ASN yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Ia mengaku tidak mengenal yang bersangkutan sebelumnya. Menurutnya, pihak ketiga diperkenalkan oleh bendahara BUMDes.

Selama hampir lima bulan terakhir, lanjut Orias, komunikasi terus dilakukan. Namun, setiap kali dihubungi, pihak ketiga selalu menyampaikan berbagai alasan sehingga pengadaan ayam belum juga terealisasi.

Akibat keterlambatan tersebut, kandang ayam yang telah dibangun tidak dapat dimanfaatkan. Bahkan pakan ternak yang telah dibeli mulai mengalami kerusakan karena terlalu lama disimpan.

“Kandang sudah siap, pakan juga sudah dibeli. Sekarang sebagian pakan mulai rusak karena ayamnya belum juga datang,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi tim medai, Yeni Ga membenarkan telah menerima dana untuk pengadaan ayam petelur dan mengakui pengadaan tersebut belum terealisasi.

Ia mengatakan telah dibuat kesepakatan baru dalam bentuk surat pernyataan bersama dan meminta tambahan waktu hingga 28 Juli 2026 untuk menyelesaikan kewajibannya.

Hingga berita ini diterbitkan, 125 ekor ayam petelur yang dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 belum juga diterima oleh BUMDes Taebone, sementara dana sebesar Rp16.875.000 telah diterima oleh pihak ketiga sejak Februari 2026.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600