Example 728x250
BeritaNasional

Curhat Mahasiswa Bikin Mentan Amran Datang ke Alor

237
×

Curhat Mahasiswa Bikin Mentan Amran Datang ke Alor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto ; Nampak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Alor

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,TIM

SUARA TTS.COM | ALOR – Aspirasi seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman.

Example 300x600

Adalah Adriano, mahasiswa asal Alor yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip), yang sebelumnya menyampaikan secara langsung kepada Mentan Amran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

Aspirasi itu antara lain berkaitan dengan kebutuhan pangan, pembangunan sektor pertanian, ketersediaan bibit, sarana produksi pertanian, hingga persoalan air yang selama ini menjadi tantangan bagi petani di Alor.

Beberapa waktu setelah mendengar aspirasi tersebut, Mentan Amran akhirnya datang langsung ke Kabupaten Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus meninjau potensi pertanian daerah itu, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kunjungannya, Mentan Amran didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. Keduanya meninjau sejumlah lokasi pertanian sekaligus menyerahkan dukungan sarana produksi kepada masyarakat.

Kehadiran Mentan menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat Alor untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga persoalan air dan infrastruktur irigasi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah tempat pembibitan kakao. Di lokasi tersebut, Amran menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi salah satu instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Alor.

“Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif,” tegas Amran.

Kabupaten Alor masih menghadapi tantangan kemiskinan dengan angka sekitar 18 persen. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah secara lebih masif, seperti kakao, kelapa, jambu mete, padi dan jagung.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian memberikan tambahan 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete dan 500 bibit kakao kepada masyarakat Alor.

Dukungan juga diberikan melalui bantuan alat dan mesin pertanian. Kabupaten Alor sebelumnya telah memperoleh lima unit traktor dan akan mendapatkan tambahan 10 unit traktor roda dua.

Selain itu, pemerintah memberikan 10 unit pompa air dan akan menambah 10 unit pompa air lagi untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Mentan Amran menargetkan pengembangan sektor pertanian tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Alor.

“Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen,” tegasnya.

Amran optimistis, apabila sektor pertanian dikelola dengan baik dan mendapat dukungan pemerintah secara konsisten, perubahan ekonomi masyarakat Alor dapat mulai dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, di balik besarnya potensi pertanian Alor, persoalan air masih menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera ditangani.

Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi mengalami kerusakan akibat bencana Seroja. Kondisi musim kemarau juga membuat ketersediaan sumber air semakin terbatas.

Petani dari Desa Vanating dan Desa Petleng menyampaikan kebutuhan perbaikan bendungan serta jaringan irigasi, baik jaringan tersier maupun sekunder.

Menanggapi persoalan tersebut, Amran berjanji akan membawa masalah itu kepada Menteri Pekerjaan Umum agar dapat segera mendapatkan penanganan.

Termasuk di dalamnya dukungan pembangunan sumur bor dan perbaikan infrastruktur irigasi.

“Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia,” tegas Amran.

Tidak hanya persoalan air, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait perluasan areal pertanian padi.

Menanggapi usulan tersebut, Mentan langsung menginstruksikan pemberian bibit padi untuk mendukung pengembangan lahan sekitar 1.000 hingga 2.000 hektare.

Sementara itu, pengembangan jagung yang saat ini mencapai sekitar 2.500 hektare didorong untuk bertambah sekitar 1.000 hektare melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT.

Pengembangan jambu mete juga ditargetkan mencapai sekitar 10.000 tanaman. Penguatan komoditas kakao, kelapa dan tanaman pangan lainnya akan terus didorong sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian masyarakat.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Menteri Pertanian kepada masyarakat Kabupaten Alor.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor dan seluruh masyarakat Alor, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungannya,” ujar Johni.

Menurut Johni, kehadiran Mentan secara langsung di Alor merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah kepulauan sekaligus masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, siap mengawal berbagai dukungan yang diberikan pemerintah pusat agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita ubah nasib saudara-saudara kita di Alor melalui pertanian,” ajaknya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat sehingga sektor pertanian tidak hanya menjadi program pembangunan, tetapi benar-benar menjadi jalan keluar dari kemiskinan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat Alor.

Di balik kunjungan Mentan Amran ke Alor, terdapat cerita menarik yang bermula dari aspirasi seorang mahasiswa.

Adriano, mahasiswa asal Alor yang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, sebelumnya memperoleh kesempatan menyampaikan langsung kondisi masyarakat Alor kepada Mentan Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Adriano menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah asalnya, khususnya terkait kebutuhan pangan, pembangunan pertanian, ketersediaan bibit dan sarana produksi, serta persoalan yang dihadapi petani di wilayah kepulauan.

Beberapa waktu berselang, Amran datang langsung ke Kabupaten Alor untuk melihat kondisi masyarakat, meninjau potensi pertanian, mendengar aspirasi petani, sekaligus memberikan dukungan nyata melalui bantuan bibit, traktor dan pompa air.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui generasi muda, dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Kini, harapan masyarakat Alor tertuju pada tindak lanjut berbagai bantuan dan komitmen yang telah disampaikan pemerintah.

Dengan potensi kakao, kelapa, jambu mete, padi dan jagung yang dimiliki, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Alor.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600