Ket foto : Nampak mahasiswa S1 Keperawatan UCB usai melakukan penyuluhan di Oenino
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | OENINO, TTS – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan ibu dan bayi saat persalinan, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan di Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (3/11/2026).
Kegiatan penyuluhan yang mengangkat tema “Komplikasi Melahirkan di Luar Fasilitas Kesehatan” ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam mencegah risiko komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi selama proses persalinan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Oenino. Hadir langsung Kepala Desa Oenino, Yedid Nenobais, jajaran UPT Puskesmas Oenino, tenaga kesehatan desa, kader Posyandu, serta sejumlah perwakilan ibu hamil.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menghadirkan dua pemateri, yakni Yervi Ndoki dan Agnes Yohana Mooy.
Keduanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai risiko medis yang dapat terjadi apabila persalinan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan tanpa pendampingan tenaga kesehatan yang kompeten.
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa proses persalinan membutuhkan persiapan yang matang serta penanganan medis yang tepat. Pasalnya, komplikasi dalam persalinan dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan tindakan cepat untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan, serta pemilihan tempat persalinan yang aman menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap keluarga.
Ketua Kelas 5/C Program Studi S1 Keperawatan UCB Kupang, Stella Tonmo, menegaskan bahwa keselamatan ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu harus dimulai sejak masa kehamilan hingga proses persalinan. Keluarga diharapkan berperan aktif memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memperoleh pelayanan persalinan yang aman.
“Melahirkan di luar fasilitas kesehatan memiliki risiko yang sangat berbahaya, baik bagi keselamatan ibu maupun bayi. Karena itu, kami mengajak Bapak dan Ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu hamil, rutin memeriksakan kehamilan, dan mengusahakan persalinan di puskesmas atau rumah sakit dengan bantuan tenaga kesehatan,” ujar Stella.
Ia berharap materi edukasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak hanya dipahami oleh peserta yang hadir, tetapi juga diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya.
Dengan demikian, pengetahuan tentang pentingnya persalinan yang aman dapat semakin meluas dan menjadi perhatian bersama dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Oenino, Yedid Nenobais, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan mahasiswa UCB Kupang.
Menurut Yedid, kehadiran mahasiswa untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat merupakan langkah positif dalam membantu meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan ibu hamil dan bayi dengan hanya mengandalkan harapan bahwa proses persalinan akan berjalan lancar.
Sebaliknya, masyarakat harus mengambil langkah nyata dengan mempersiapkan persalinan secara baik dan memilih fasilitas kesehatan yang didukung tenaga medis profesional.
“Ingat, jangan hanya berharap ibu dan bayi selamat, tetapi mari kita usahakan keselamatan mereka dengan memilih persalinan yang aman. Setiap ibu berhak melahirkan dengan selamat dan setiap bayi berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat,” tegas Yedid.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat Desa Oenino tentang pentingnya pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata keterlibatan mahasiswa keperawatan dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.(Sys/ST)

















