Example 728x250
Berita

Tulisan di Tas Casis TNI AD di TTS Bikin Dandim Terharu, Pesan untuk Mama Jadi Sorotan

6
×

Tulisan di Tas Casis TNI AD di TTS Bikin Dandim Terharu, Pesan untuk Mama Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Dandim 1621/TTS Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo bersama seorang Casis

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Di tengah berlangsungnya seleksi calon prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Makodim 1621/Timor Tengah Selatan (TTS), sebuah tulisan tangan pada tas berwarna cokelat milik seorang calon siswa (Casis) menyita perhatian Komandan Kodim 1621/TTS, Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo.

Tulisan sederhana itu bukan tentang nilai, prestasi, ataupun ambisi menjadi prajurit. Sebaliknya, kalimat tersebut menggambarkan tekad, keberanian, dan cinta seorang anak kepada ibunya.

Example 300x600

“Untuk Mama… Doakan saja anakmu ini, Mama. Soal gagal dan mati itu urusanku dengan Tuhan.”

Kalimat tersebut membuat Dandim 1621/TTS berhenti sejenak untuk membaca dan memahami pesan yang tertulis di tas sang Casis. Tergerak oleh makna tulisan itu, ia kemudian menghampiri dan merangkul calon prajurit tersebut.

Bagi Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, tulisan itu bukan sekadar rangkaian kata. Di baliknya tersimpan harapan seorang anak yang ingin menggapai cita-cita sekaligus membanggakan orang tua, khususnya sang ibu.

“Di antara banyak peserta, anak ini memiliki cara yang berbeda untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia tidak banyak bicara, tetapi isi tasnya berbicara tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta kepada orang tua,” ujar Dandim.

Menurutnya, perjuangan untuk menjadi prajurit TNI AD tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga mental yang tangguh, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, tercermin dari tulisan yang dibawa Casis tersebut. Tulisan itu menjadi gambaran tentang besarnya harapan yang dibawanya dalam mengikuti proses seleksi.

“Saya melihat semangat juangnya luar biasa. Tidak semua orang berani menuliskan isi hatinya seperti itu. Tulisan itu menunjukkan bahwa ia datang membawa harapan keluarga, terutama ibunya. Semangat seperti ini harus dijaga, karena prajurit sejati lahir dari hati yang tulus dan tekad yang kuat,” ungkapnya.

Dandim pun memberikan motivasi secara langsung kepada Casis tersebut agar tetap percaya diri, menjaga semangat, dan terus berjuang hingga seluruh tahapan seleksi selesai.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan meraih cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, setiap peserta harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, tanpa kehilangan keyakinan dan semangat untuk terus berusaha.

“Jangan pernah menyerah hanya karena satu kegagalan. Teruslah berusaha, berdoa, dan hormati orang tua. Hasil akhir memang ditentukan oleh Tuhan, tetapi perjuangan adalah pilihan kita. Apa pun hasilnya nanti, kamu sudah membuktikan bahwa kamu adalah anak yang berani bermimpi dan berjuang,” pesannya.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap peserta seleksi calon prajurit, terdapat cerita, doa, dan harapan keluarga yang ikut menyertai perjalanan mereka.

Bagi seorang anak yang sedang mengejar cita-cita, dukungan orang tua menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar. Sementara bagi seorang ibu, doa dan harapan agar anaknya berhasil merupakan bagian penting dari perjalanan tersebut.

Tulisan di tas cokelat itu pun menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: perjuangan meraih cita-cita bukan hanya tentang seberapa kuat seseorang menghadapi tantangan, melainkan juga tentang siapa yang ingin dibahagiakan melalui perjuangan itu.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600