Example 728x250
Berita

Disebut Merugi, Direktris Perumda Air Minum Soe Mengaku Untung Lima Tahun Terakhir 

2127
×

Disebut Merugi, Direktris Perumda Air Minum Soe Mengaku Untung Lima Tahun Terakhir 

Share this article
Example 468x60

Ket foto : Direktris Perumda air minum Soe,Lely Hayer,SE

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

Example 300x600

SUARA TTS.COM | SOE – Direkris Perumda Air Minum Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Lely Hayer,SE mengaku perusahaan yang dipimpinnya memperoleh keuntungan dalam 5 tahun terakhir.

Hal ini diungkapkan Lely menanggapi tudingan miring sejumlah pihak yang mengatakan Perumda Soe tidak dikelola dengan baik dan terus merugi.

Kepada wartawan di ruang kerjanya,Selasa 30/4/2024, Lely menegaskan meski jumlahnya naik turun, Perumda air minum Soe tetap memperoleh keuntungan.

Namun sesuai Kepmen Otda Nomor 8 tahun 2000 yang mengatur soal keuntungan yang diperoleh digunakan untuk biaya operasional.

Lely menjelaskan bahwa Perumda air minum Soe pada tahun 2022 memperoleh keuntungan sebesar Rp 545. 264.454 dan pada tahun 2023 sebesar Rp 331.972. 642. Sehingga tahun 2023 Perumda Soe dikenakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 300 juta.

Target PAD itu dicapai namun pihaknya menyetor ke kas daerah, karena beberapa waktu lalu baru menyelesaikan laporan keuangan dari kantor akuntansi.

“Kami masih menyelesaikan administrasi baru bisa menyetor PAD yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Terkait keuntungan yang diperoleh,Lely mengatakan dipakai untuk biaya pemeliharaan khususnya jaringan air Bonle’u yang mana terdapat tujuh titik yang rawan mengalami kerusakan.

Menurutnya, perbaikan tujuh titik tersebut menelan biaya perbaikan hingga ratusan juta.

” Jadi ini kerusakan di Bonle’u membuat debit air menurun. Seharusnya volume air 70 liter/detik namun karna kerusakan sehingga yang masuk hanya 32 liter/detik”,ujar Lely.

Dirinya juga menanggapi penghitungan keuntungan yang disampaikan DPRD TTS. Menurutnya untuk pembiayaan dari 6.961 pelanggan itu bervariasi yang mana sesuai PP Nomor 71 tahun 2016 dibagi menjadi tiga kelompok dengan biaya beban yang berbeda.

Ia juga mengatakan penghasilan Perumda Soe diaudit oleh kantor akuntansi setiap tahunnya dan di tahun 2023 Perumda Soe berhasil meraih status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya.(Sys).

Example 300250
Example 120x600